Sabtu, 15 Mei 2010

AWAL DAKWAHKU DI LAPAS ANAK BLITAR

Pada ketempatan hari Anak Nasional 23 Juli 2005, sebuah lembaga perlindungan anak (LPA) jatim, mengadakan pertemuan dengan LSM (lembaga swadaya masyarakat), untuk berkunjung ke Lapas Anak di Blitar. Pagi yang cerah saya (Sanhaji) dan Siswadi sebagai pendamping saya berangkat naik taxsi menuju LPA Jatim. Sampai di LPA kita berdua masuk kedalam Bis yang telah disediakan oleh pihak panitia setempat, sebelum kita bersama para rombongan LPA, Dinsos dan LSM berangkat kita berdo’a dan makan pagi di dalam bis milik Pemerintahan Kota Surabaya. Sekitar pukul 08.30 WIB kita bersama berangkat dari LPA Jatim dan sampai ke Hotel sekitar pukul 16.00 WIB.
Sore yang cerah bersama anak-anak binaan Yayasan maupun LSM kita bernyanyi-nyanyi dan makan sore, setelah itu Saya dan Siswadi Melaksanakan shalat ashar berjama’ah. Kemudian untuk hari keesokannya para anak dampingan yayasan dan LSM diminta untuk memberikan suatu kreasi dan menuangkan segala kemampuannya untuk di perlihatkan kepada para tahanan di Lapas Anak tersebut. Ketepan Saya dapat amanah dari pendamping Saya yakni Siswadi untuk bisa menyampaikan dalam hal agama, ketika itu saya sempat bingung apa yang hendak saya sampaikan pada besok pagi”, kebingungan ini akhirnya dapat Saya atasi ketika Siswadi memberikan jalan keluar untuk membaca sedikit dan memahami Apa arti dan Tujuan Hidup Manusia yang di Tulis Oleh Bapak Guru M.A Muchtar. Brosur itupun Saya pelajari pada malam hari bahkan saya hamper hafal isi dalam brosur tersebut. Dengan hati yang gemetar Saya merasa kebingungan apakah Saya bisa menyampaikan hal ini di depan Para Pejabat dan Tokoh Masyarakat. Hal itupun terus menghantui Saya sehingga berlarut-larut Saya terfikir olehnya.
Keesokan harinya saya bersiap untuk berangkat mengunjungi Lapas Anak yang kurang lebih jaraknya antara penginapan ialah 2-3 km. Setelah sampai disana saya melihat kondisi dan berkeliling melihat penghuni dan keadaan di Lapas tersebut. Lembaga Instansi Pemerintah dan LSM berkeliling melihat keadaan anak-anak yang dan kegiatan apa yang selama ini mereka lakukan dalam sehari-harinya. Lapas Anak Blitar di samping sebagai Penjara untuk anak-anak, disitu juga anak-anak bisa mengembangkan potesi dan kemampuan yang mereka meliki. Ada beberapa kegiatan yang mereka lakukan dalam sehari-hari, kegiatan itu berfungsi agar mereka tidak jenuh dan bosan di dalam penjara. Ketika saya disana saya mendapati anak-anak penuh semangat dalam belajar mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, diantara kegiatan itu banyak lagi yang saya dapati, seperti: Band, Tenis, Volly dsb. Ketika saya mencoba bermain bersama mereka, sungguh luar biasa mereka memiliki kemapuan dan semangat yang kuat untuk mengalahkan musuh. Memang ketika acara menjelang mulai saya sempat bermain Tenis, tetapi sayangnya saya kalah oleh mereka, kehidupan yang menjadikan mereka untuk semangat berprestasi sangat luar biasa, belum tentu ketika mereka di dunia luar bisa melakukan hal tersebut. Oh ya” , disana itukan Lapas Anak”, ketika saya ngobrol dengan salah satu dari mereka mengenai masalah apa yang menjadikan mereka sampai masuk ketempat ini, terus berapa tahun kamu di penjara disini?” Apa yang kamu rasakan ketika malam disini?” ketika kamu masuk kesini dulu umur berapa, sekarang kok dah besar?”, asalnya mana?”, selama disini kamu dah pernah ada yang menjenguk?”. Jawabnya”, masalah saya adalah pasal 338 yaitu pembunuhan dan saya mendapat hukuman lima tahun penjara, kemudian yang saya rasakan disini adalah “saya terima semua ini dengan ikhlas dan saya merusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta untuk memohon ampunan-Nya, “saya berusia delapan belas tahun dan sekarang usia saya dua puluh tiga tahun insya Allah satu tahun lagi saya dah keluar waktu masih tahun 2005, “saya berasal dari Surabaya, ya” terkadang tiga bulan sekali menjenguk kesini soalnya tempatnya jauh”.
Kesedihan yang mereka alami menjadikan pengingat dan bahan renungan bagi kita, disaat itulah bagiamana kita bisa menggembirakan hati mereka dan memberikan suatu bingkisan yang akan menjadikan kenangan kepada mereka, tidak banyak yang dapat diberikan kepadamereka dari rombongan, tetapi dengan sedikit apa yang kita berikan kepada mereka semoga hati mereka senang dan mereka selalu tetap sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah, dan saya yakin setiap musibah itu insya Allah, Allah akan memberikan suatu hikmah yang besar yang terkangdung di dalam cobaan tersebut. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Qs.Al-Baqarah 286.

“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya”.
Ayat itulah yang Allah katakan kepada manusia, bahwa Allah tidak bakal memberi ujian di atas kadar kemapuan kita, selagi kita masih hidup di dunia ini ujian Allah akan selalu kita terima setiap saat. Hal inipun juga Allah jelaskan dalam salah satu surat Al-Mulk 2.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.
Kedua ayat itulah yang hendak kita buat pedoman bahwa Allah menciptakan kita di dunia itu dalam rangka ujian, dari berbagai ujian tersebut diantaranya ada yang lulus dan mendapat kemulian dan kebahagian di Sorga dan bagi mereka yang tidak lulus dalam materi ujian tersebut, mereka untuk sementara tertinggal.

Sekitar Pukul 08.30 WIB acara dimulai dan sayapun mempersiapkan diri untuk maju kedepan memberikan suatu semangat dan nasehat bagi saudara-saudara saya yang disana, ketia acara demi acara terlewati kemudian sang moderator atau presenter memanggil salah satu kelompok anak binaan Yayasan SPMAA (Sumber Pendidikan Mental Agama Allah) dan WALSAMA (Wahana Amal Sesama Makhluk Allah) yang akan menampilkan kemampuannya diatas panggung ini dengan Nasid yang berjudul Tombok Ati (Obat Hati) dan sepatah dua kata Muntiara Nesehat yang berjudul “Tujuan Hidup”. Siswadi aebagai pendamping saya dia mengumandangkan nasid tersebut dangan merdu dan disambung memberikan kata mutiara yang saya sampaikan. Diantara seruan yang saya sampaikan ada 3 indikator yang melatar belakangi sebagai dasar pemikiran hidup dan kesejahteraan Umat Manusia.

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah”.

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah, “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

Ayat kedua ini yang menjadi pertanyaan bagi saya kepada para undangan dan penghuni Lapas, Bahwa kita manusia itu DARI MANA? Tidakkah merekah memperhatikan bahwa Allah menciptakan dari air mani yang hina, kemudian dalam proses seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Mukminun tersebut, kemudian Allah mengeluarkan daripadanya dalam kurun waktu sembilan bulan seorang bayi yang cukup sempurna. Apakah kamu tidak memperhatikan kejadian itu wahai manusia?”, kemudian kamu tidak sadar menjadi pembantah yang nyata terhadap perintah-Nya.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar